Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

19 Agustus, 2011

BAHAN BAKAR DAN PELUMAS 2

BENSIN

Sifat utama dari bensin
 Bensin adalah bahan bakar yang digunakan pada mesin dengan pengapian busi. Sifat-sifat yang dimiliki bensin adalah :
• Mudah menguap pada temperatur normal
• Tidak berwarna, tembus pandang, dan berbau
• Mempunyai titik nyala rendah (-10°C sampai –15°C) 
• Mempunyai berat jenis yang rendah (0,6 – 0,78)
• Dapat melarutkan oli dan karet
• Menghasilkan jumlah panas yang besar (9.500 – 10.500 kcal/kg)
• Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar

Syarat-syarat bensin
 Kualitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang maksimal :
• Mudah terbakar
• Mudah menguap
• Tidak beroksidasi dan bersifat pembersih

Nilai oktan
Nilai oktane (octane number) atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti-knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai oktan rendah.. Ada dua cara yang digunakan untuk mengukur nilai oktan : research method dan motor method 
Yang paling umum digunakan adalah research method, dan spesifikasi nilai oktannya dengan metoda ini ditetapkan dengan istilah “RON” (Research Octane Number)

Nilai oktan adalah perbandingan antara Iso octane dengan Normal heptane
BAHAN BAKAR DIESEL 
Sifat utama bahan bakar diesel 
Bahan bakar diesel juga disebut light oil atau solar, adalah suatu campuran yang telah didistilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200°C sampai 340°C.
Solar mempunyai sifat utama sebagai berikut :
• Berwarna sedikit kekuning-kuningan dan berbau
• Encer dan tidak menguap pada temperatur normal
• Mempunyai titik nyala tinggi (40°C – 100°C)
• Terbakar sendiri pada suhu 350°C (bensin pada 500°C)
• Mempunyai berat jenis 0,82 – 0,86
• Menimbulkan panas yang besar (10.500 kcal/kg)
• Mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar 
Syarat-syarat solar
Kualitas berikut ini diperlukan oleh solar untuk memberikan kerja mesin yang maksimal :
• Mudah terbakar
• Tetap encer pada suhu dingin (tidak membeku)
• Mempunyai daya pelumasan
• Kekentalan yang sesuai
• Kandungan sulfur sekecil mungkin
• Stabil (tidak berubah dalam kualitas)
Nilai cetane (cetane number)
Nilai cetane (cetane number) atau tingkatan dari bahan bakar solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan untuk mencegah terjadinya knocking. Solar dengan nilai cetane tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai cetane rendah. 
Nilai cetane adalah perbandingan antara normal cetane dengan  (alpha) methyl naptalene
PELUMAS


OLI MESIN

 Sifat utama oli mesin

Oli mesin harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
• Sebagai pelumasan
• Bersifat pendingin
• Sebagai perapat
• Sebagai pembersih
• Sebagai penyerap tekanan



 Syarat-syarat oli mesin

Oli mesin harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
• Harus mempunyai kekentalan yang tepat
• Kekentalan harus stabil terhadap pengaruh suhu
• Oli mesin harus sesuai dengan penggunaan metal
• Tidak merusak (anti karat) terhadap komponen
• Tidak menimbulkan busa


 Jenis oli mesin

• Klasifikasi kekentalan

Kekentalan menunjukkan kemampuan mengalir dari suatu cairan. Oli cenderung menjadi encer dan mudah mengalir ketika panas dan cenderung menjadi kental dan susah mengalir ketika dingin.
Kekentalan dari oli dinyatakan oleh angka yang disebut indek kekentalan. Indeknya rendah olinya encer, indeknya tinggi olinya kental.
Suatu badan internasional SAE (Society of Automotive Engineer) adalah badan yang menentukan standar kekentalan dari oli.
 
• Kekentalan indek

- Oli dengan kekentalan indek rendah berarti kekentalannya rendah
- Oli dengan indek kekentalan 10W-30 disebut multi grade, kekentalannya tidak terpengaruh oleh perubahan temperatur / musim dan dapat digunakan sepanjang tahun
- Indek kekentalan yang diikuti oleh huruf “W” menunjukkan kekentalan pada temperatur –20°C, sedangkan yang tidak menggunakan huruf “W” menyatakan kekentalan pada temperatur 100°C

• Klasifikasi kualitas

Kualitas oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar API (American Petroleum Institute). Klasifikasi oli mesin untuk mesin bensin ditunjukkan dengan huruf depan “S” (SA, SB, SC, SD, …dst). Klasifikasi oli mesin untuk mesin diesel ditunjukkan dengan huruf depan “C” (CA, CB, CC, CD, …dst). Semakin besar huruf belakang semakin baik kualitas oli tersebut (oli dengan grade CD lebih baik dari oli dengan grade CC).

GEAR OIL (OLI RODA GIGI)

 Syarat-syarat oli roda gigi

Oli roda gigi harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
• Kekentalan yang sesuai
• Mempunyai kemampuan memikul beban
• Tahan terhadap panas dan oksidasi



 Tipe oli roda gigi

• Klasifikasi dalam kekentalan

Pada umumnya oli roda gigi dibagi menjadi 6 indek kekentalan SAE (75W, 80W, 85W, 90, 140, 250). Khusus untuk kendaraan Phanter menggunakan SAE 40 untuk transmisi, SAE 140 untuk differential. Transmisi dan differential umumnya menggunakan SAE 90 atau 80W-90

• Klasifikasi dalam kualitas dan penggunaan

Kualitas oli roda gigi diklasifikasikan sesuai dengan standar API (American Petroleum Institute). Klasifikasi oli roda gigi adalah GL (Gear Lubrication). Semakin besar angka belakang semakin baik kualitas oli tersebut (gear oil GL1 lebih jelek dari gear oil GL2).
Pada umumnya, gear oil GL4 digunakan untuk melumasi steering gear, gear oil GL4 atau GL5 digunakan untuk transmisi manual, gear oil GL5 digunakan untuk differential tipe hypoid gear

GEMUK

Gemuk adalah pelumas padat yang terbuat dari pelumas cair (oli) yang mempunyai bahan pengental (thickening agent)
Ada dua tipe utama dari bahan pengental : a metalic soap dan a non soap, tipe yang umum digunakan adalah a metalic soap

 Sifat utama dari gemuk

Gemuk memiliki beberapa sifat yang tidak dapat dilakukan oleh oli

1. Keuntungannya
• Pelumasannya tahan lama.
• Mencegah menempelnya kotoran atau air
• Mempunyai daya tahan terhadap beban tinggi

2. Kerugiannya
• Gemuk lebih sulit dalam penanganan (penggantian dan pengisian).
• Mempunyai tahanan gerak besar.
• Kemampuan pendinginan rendah (tidak mengalir)
• Sulit untuk membersihkan kotoran

Tipe gemuk

Uraian berikut ini hanya berisi sebagian kecil dari tipe gemuk yang biasa digunakan untuk melumasi chassis, bearing roda dan joint-joint dari suspensi

• Gemuk untuk chassis

Pada umumnya ada 2 tipe gemuk yang digunakan pada chassis.

1. Lithium Soap Base Multi Purpose Grease (NLGI # 1)
Gemuk ini tahan terhadap air dan panas yang penggunaannya ditempatkan dimana gerakannya kontinyu, seperti :
- Kopling (Clutch) - Shackle pin - Propeller shaft
- Steering linkage - King pin

2. Molybdenum Disulfide Lithium Soap Base Grease (NLGI # 2)
Gemuk ini biasa disebut gemuk chassis “special” atau long life dan digunakan dalam area yang tahan tekanan tinggi, seperti :
- Kopling (Clutch) - Constant velocity joint
- Ball joint - Rack and pinion steering gear
- Suspension arm

NLGI # 2 : National Lubrication Grease Institute, mempunyai spesifikasi indek yang tetap untuk gemuk, angka yang ditunjukkan besar berarti gemuk lebih kental

• Gemuk bantalan roda

Gemuk yang dipakai untuk bantalan roda adalah Lithium Soap Base Multi Purpose Grease (NLGI # 1). Karakteristik yang diperlukan gemuk bantalan roda adalah sebagai berikut :
- Gemuk harus tahan panas karena temperatur pada wheel hub bisa mencapai 130°C
- Mempunyai kestabilan oksidasi dan tahan lama
- Tahan terhadap kerusakan dan karat

Tindakan pencegahan berikut ini harus dilakukan untuk menjamin keuntungan dari penggunaan gemuk:
• Membersihkan dan mengeringkan bantalan
• Dalam mengisi gemuk pada wheel hub jangan berlebihan
• Jangan mencampur gemuk bantalan roda dengan gemuk lain
• Menjauhkan gemuk dari kotoran

MINYAK TRANSMISI AUTOMATIC (ATF)

Automatic Transmission Fluid (ATF) adalah minyak berkualitas tinggi, dengan bermacam-macam bahan tambahan. Dalam penggunaannya ATF digunakan oleh transmisi automatic dan power steering

 Syarat-syarat ATF

Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh ATF adalah sebagai berikut :
• Kekentalannya sesuai
• Stabil terhadap panas
• Tidak berbusa
• Koefisien gesek sesuai


 Tipe ATF

Pada umumnya tipe ATF yang digunakan adalah tipe DEXRON II


MINYAK REM (BRAKE FLUID)

Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari alkohol dan susunan kimia dan ester.

 Persyaratan kualitas minyak rem

Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh minyak rem adalah :
• Titik didih yang tinggi
• Mencegah karat
• Viskositas yang tepat


 Tipe minyak rem

Minyak rem mempunyai 4 klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standar). Kesemuanya ini didasarkan oleh titik didih, Dan yang menentukan ini adalah DOT (Departement Of Transportation)

  Type
Item DOT3
(SAE J1703) DOT4 DOT 5 SAE J1702
Boiling point (°C) 205 keatas 230 keatas 260 keatas 150 keatas


 Tindakan pencegahan dalam penanganan minyak rem

• Jangan mencampur minyak rem
• Jangan tercemar dengan air
• Jangan tercemar dengan oli atau penbersih oli
• Simpan minyak rem di tempat yang sesuai



SEALANT (FORMED IN PLACE GASKET / FIPG)

FIPG adalah perekat setengah padat yang pada umumnya terbuat dari silicone atau acrylate yang mengeras pada temperatur ruangan.

Berikut ini kelebihan gasket FIPG :
• Melekat pada semua permukaan yang rata
• Gampang dalam pembentukan gasket
• Mudah dalam penyimpanan

 Syarat-syarat FIPG

• Elastisitasnya baik
• Melekatnya kuat
• Kekentalannya tidak berubah walau ada perubahan suhu
• Harus mudah dibersihkan


 Tipe FIPG

• Three Bond 1280 : sistem pelumasan (oil pan)
• Three Bond 1282B : sistem pendinginan (water pump)
• Three Bond 1281 : transmisi manual
• Three Bond 2403 : perapat baut


 Penanganan dan pencegahan FIPG

• Bersihkan area yang akan dipasangkan FIPG
• Gunakan FIPG yang sesuai
• Dibutuhkan waktu 1 sampai 2 jam agar FIPG mengering


ZAT ANTI BEKU

 Sifat utama zat anti beku

• Mempunyai titik beku dibawah air pendingin
• Mencegah karat pada sistem pendingin
• Tidak berefek pada kemampuan radiasi panas air pendingin
• Tidak merusak komponen yang terbuat dari karet
• Kekentalan tetap efektif tanpa terpengaruh pada temperatur
• Reaksi kimianya stabil, dan Tidak mudah menguap
• Tidak mudah berbusa

 Penggunaan zat anti beku

• Radiator yang terbuat dari alumunium diperlukan zat anti beku yang spesial untuk mencegah karat pada radiator.
• Untuk negara tropis penggunaan zat anti beku tidak terlalu penting
• Sebelum menambah zat anti beku periksa sistem pendinginan terhadap karat dan kebocoran

Bahan Bakar dn Pelumas 1


Banyak tipe bahan bakar dan pelumas digunakan pada kendaraan.
Beberapa diantaranya mengandung zat-zat kimia yang beracun dan mudah terbakar dan harus ditangani secara hati-hati.
Berhati-hatilah apabila bahan bakar atau pelumas dengan tipe yang tidak sesuai digunakan secara tidak sengaja, hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada part-part yang bekerja.
Adalah penting untuk mengetahui berbagai macam tipe bahan bakar dan pelumas.
Bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan saat ini mengandung bahan bakar bensin dan diesel (oli ringan), dan juga methanol, LPG, dan bahan bakar lainnya.
Disini, kita akan mendiskusikan dua jenis bahan bakar yang paling umum: bahan bakar bensin dan diesel.


PETUNJUK:
Bensin berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu.


Bensin
Bensin adalah merupakan bahan campuran hidrokarbon yang dihasilkan dari penyulingan oli mentah.
Bensin sangat mudah menguap, dan membangkitkan panas yang tinggi.
Dan, bensin juga memenuhi persyaratan kondisi yang diperlukan untuk bahan bakar kendaraan:
•Tidak mengandung bahan-bahan berbahaya.
•Bersifat anti ngelitik (anti-knocking).
•Harganya cukup rendah.
Untuk alasan-alasan inilah, maka bensin digunakan sebagai bahan bakar mesin bensin.


PERINGATAN:
Bensin sangat mudah menguap, dan berubah menjadi gas yang mudah terbakar bila mengalami kontak dengan udara.
Karena bensin dapat terbakar dengan mudah hanya dengan percikan bunga api sedikit dan menjadi sangat berbahaya, maka berhati-hatilah saat menanganinya.
Angka oktan
Angka oktan adalah salah satu pengukur untuk menunjukkan karakteristik bensin dan mewakili karakteristik bahan bakar anti ngelitik (knocking).
Bensin dengan angka oktan lebih tinggi memiliki kemungkinan yang kecil untuk menyebabkan mesin ngelitik dibandingkan dengan bensin berangka oktan lebih rendah.
Untuk menaikkan angka oktan, beberapa tipe bensin mengandung timbal, sementara yang lainnya tanpa timbal.
Karena beberapa mesin dirancang untuk menggunakan bensin yang mengandung timbal, sementara yang lainnya tanpa timbal, maka harus digunakan tipe bensin yang tepat.


PETUNJUK:
Ngelitik (knocking) dihasilkan oleh pembakaran bensin yang tidak normal di dalam silinder. Suara ini ditimbulkan oleh ketukan yang berulang-ulang pada dinding silinder, yang mengurangi output tenaga mesin.




Solar 

Bahan bakar diesel (kadang-kadang disebut "oli ringan") adalah merupakan percampuran antara hidrokarbon yang disuling setelah bensin dan minyak tanah disuling dari minyak mentah pada temperatur antara 150 sampai 370ºC (302 sampai 698ºF). Bahan bakar diesel terutama digunakan untuk menjalankan mesin-meisn diesel.


PERHATIAN:


•Tidak seperti bensin, bahan bakar diesel juga berfungsi sebagai pelumas.
Jangan menukar bahan bakar, karena bila bensin dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa disengaja, akan dapat merusak pompa injeksi dan nozzle.
•Bahan bakar diesel diklasifikasikan ke dalam berbagai macam tipe, utamanya tergantung pada tingkat kecairan, karena tingkat kecairan akan menurun, saat temperatur merendah. Tipe yang digunakan harus sesuai dengan (temperatur) lingkungan penggunaan.




Angka cetaneAngka cetane menunjukkan kemampuan pembakaran bahan bakar diesel.
Semakin tinggi angkanya, maka kemampuan pembakaran semakin baik dan semakin kecil kemungkinan terjadinya mesin ngelitik (knocking).
Angka cetane minimum bagi bahan bakar yang dapat digunakan pada mesin diesel otomotif berkecapatan tinggi biasanya adalah 40 sampai 50.


PETUNJUK:
Diesel knocking muncul saat waktu sebelum pembakaran (retarded ignition timing) menjadi lama, seperti saat menggunakan bahan bakar berangka cetane rendah, pada temperatur atau rpm rendah. Saat interval sebelum pengapian menjadi lebih panjang, bahan bakar yang tersisa di dalam silinder akan terbakar atau meledak seluruhnya, yang menyebabkan tekanan naik secara tiba-tiba. Hal ini menimbulkan suara mendesis.

18 Juni, 2011

SISTEM KEMUDI




INTRODUCTION
Hampir seluruh sistem kemudi kebanyakan menggerakkan roda bagian depan pada kendaraan, walaupun ada kendaraan yang sistem kemudinya menggerakkan roda bagian belakang diantaranya forklift.
Sistem kemudi merupakan perangkat wajib yang dimiliki oleh setiap kendaraan bermotor untuk mengarahkan kendaraan tersebut kearah yang diinginkan oleh pengemudinya. Perlu diingat, sistem kemudi hanya mengarahkan roda pada kendaraan bukan mengarahkan kendaraannya. Tetapi efeknya nanti akan berimbas pada arah gerak kendaraan. Salah satu bukti bahwa steer hanya menggerakkan roda kendaraan adalah coba kendarai mobil yang tidak dilengkapi oleh sistem ABS lalu kendarai dijalan kosong dengan kecepatan yang cukup tinggi. Setelah itu lakukan pengereman secara mendadak hingga ban tersebut mengunci (lock) lalu coba anda langsung belokan steering wheel anda. Saat ban mengunci dan steer di gerakkan maka ban akan tetap bergerak kearah kiri atau kanan tetapi bodi mobil tidak ikut bergerak.
STEERING WHEEL
Steering wheel dalam bahasa Indonesia disebut roda kemudi atau orang awam menyebutnya steer ini pertama kali diperkenalkan oleh Alfred Vacheron yang digunakannya pada mobil Panhard 4hp dalam kejuaraan Paris Rouen. Sejak saat itu banyak pabrikan – pabrikan yang menggunakan steering wheel dalam perangkat standard dalam setiap produknya. Dewasa ini seluruh kendaraan bermotor sudah menggunakan steering wheel dalam produknya, hanya saja dengan berjalannya waktu teknologi dalam steering wheelpun terus berkembang, seperti:
  • Tilt Steering: Merupakan teknologi dimana roda kemudi dapat diatur naik turun sesuai tinggi pengemudinya, agar setiap pengemudinya tetapi mendapatkan kenyamanan dalam berkendara. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada beberapa product General Motors di tahun 1963. Saat ini tilt steering sudah banyak diaplikasikan pada kendaraan – kendaraan baru kelas menengah hingga tinggi.
  • Telescope Steering: Merupakan teknologi dalam roda kemudi yang mana roda kemudi dapat digeser maju mundur atau mendekati dan menjauhi pengemudinya sesuai panjang dari tangan pengemudi. Sama sesuai dengan Tilt Steering, Telescope Steering juga dikembangkan oleh General Motor Saginaw Steering Gear Division yang pertama diperkenalkan pada Cadillac buatan 1965.
  • Adjustable Steering Coloumn: cara kerja Adjustable Steering Coloumn serupa dengan Tilt Steering yang membedakannya adalah Adjustable Steering Coloumn bekerja secara elektrik dan dapat menyimpan posisi tinggi roda kemudi sesuai tinggi pengemudinya.
  • Swing-away Steering Wheel: swing-away steering wheel merupakan teknologi dimana roda kemudi dapat digeser sejauh sembilan inch menjauhi pintu yang bertujuan agar pengemudi mudah apabila ingin keluar dari mobilnya. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada mobil buatan Ford ThunderBird 1961.


STEERING COLOUMN

Steering column terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya: Collapsible dan Non-collapsible. Dewasa ini seluruh kendaraan berpenumpang dan sebagian besar kendaraan niaga sudah mengaplikasikan Collapsible Steering. Pada mobil – mobil jaman dahulu, baik tipe rack  and pinion maupun tipe recirculating ball penempatannya berada didepan axle. Tetapi dewasa ini penempatan rack diletakkan dibelakang axle dengan tujuan apabila terjadi tabrakan frontal, benturan akan menyerap axle shaft terlebih dahulu baru setelah itu rack shaft. Hal ini bertujuan agar efek benturan ke pengemudi dapat diminimalisir.

  • COLLAPSIBLE 
Tipe Collapsible adalah tipe dimana saat mobil terjadi tumbukan secara frontal maka secara otomatis steer akan langsung bereaksi agar tubuh pengemudi tidak langsung mengena roda kemudi. Sehingga keselamatan jiwa sang pengemudi dapat lebih terjamin. Tipe Collapsible juga memiliki beberapa jenis, diantaranya: Mesh type, Ball type, Solid silicone rubber sealed type.
·          
    • Mesh type. Pada tipe ini mempunyai struktur mata jaring dan main shaft-nya terdiri dari bagian atas dan bawah yang disambung dengan plastik pin dan column bracketnya terdapat kapsul. Sehingga apabila terjadi tumbukan yang keras, yang apabila gearbox steering mendapat tekanan yang kuat, maka plastik pin pada main shaft akan hancur sehingga main shaft bagian atas akan turun kebawah agar bersentuhan dengan main shaft bagian bawah. Alhasil benturan antara tubuh pengemudi dengan roda kemudi dapat dieliminir dengan baik.
    • Ball type: Pada tipe kali ini, column steeringnya terdiri dari bagian atas dan bawah yang disambung ball bearing. Serta main shaft bagian atas dan bawah yang sengaja dipisah akan disambungkan dengan plastik pin. Apabila terjadi benturan yang keras yang membuat gear box steering mendapat tekanan yang kuat maka plastik pin akan akan hancur dan membuat tenaga akibat  benturan akan diserap oleh bola bearing yang dipasang antara lower tube dan upper tube.
    • Solid silicone rubber sealed type: Main shaft tetap terdiri dari dua bagian atas dan bawah yang disambung dengan plastik pin. Pada bagian dalam bawah main shaft di isi dengan silicon rubber dan bracketnya dipasangkan caster wedge. Sehingga saat roda kemudi mendapat tumbukan frontal yang kuat, maka bracket akan segera runtuh dan main shaft akan segera menyusut. Dengan menurunnya main shaft maka silicone rubber akan keluar melalui lubang orifice main yoke dalam rupa tepung..

11 Juni, 2011

SISTEM PENGAPIAN konvensional

            Sistim pengapian konvensional adalah system pengapian yang masih menggunakan gerakan-gerakan mekanis, dengan sistem pengapian platina.
Sumber arusnya dapat kita bedakan menjadi 2 bagian yaitu:
v  Sistim magneto : sumber arus berasal dari generator AC.
v  Sistim battery  : sumber arusnya berasal dari battery.


   KOMPONEN-KOMPONEN YANG MENDUKUNG SISTIM PENGAPIAN PLATINA INI DENGAN SUMBER ARUS YAITU :
v  Sumber arus berupa generator AC.
v  Coil pengapian.
v  Condensator.
v  Busi

10 Juni, 2011

PENGERTIAN OTOMOTIF

sebenarnya apabila anda ingi mempelajari lebih jauh mengenai otomotif,maka jawabanya tidak mungkin se simpel ini,disini saya hanya ingin memberi beberapa  pandangan.

Otomotif adalah ilmu yang mempelajari tentang alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin, terutama mobil dan sepeda motor. Otomotif mulai berkembang sebagai cabang ilmu seiring dengan diciptakannya mesin mobil. .

08 Juni, 2011

Rangkaian Sistem Pengapian Konvensional


Rangkaian sistem pengapian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
  1. Rangkaian tegangan rendah (Primer), terdiri dari komponen:
1)      Baterai berfungsi sebagai sumber energi listrik
2)      Kunci kontak untuk memutus dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau menghidupkan dan mematikan sistem
3)      Primer koil untuk menghasilkan kemagnetan pada inti koil,
4)      Platina (contact point) berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik pada primer koil, saat hubung inti koil menjadi magnet, saat putus terjadi tegangan induksi
5)      Kondensor berfungsi untuk menyerap tegangan induksi primer koil, sehingga percikan pada kontak platina kecil, platina lebih awet, induksi tegangan tinggi kuat.
6)      Kabel  berfungsi sebagai penghantar aliran listrik pada komponen sistem pengapian


Gambar 4. Rangkaian sistem pengapian

GANGGUAN DAN CARA MENGATASI sistem pengapian pada mobil

Gejala
Kemungkinan penyebab
Cara mengatasi
Mesin tidak dapat hidup
(tidak ada percikan api di busi)
a.       Busi mati atau deposit berlebihan
b.      Kabel tegangan tinggi bocor berlebihan
c.       Rotor tidak terpasang
d.      Urutan pengapian tidak benar
e.       Platina terganjal kotoran
f.        Platina menutup terus atau membuka terus
g.       Koil mati
h.      Kondensor mati
i.        Konektor kabel lepas

j.        Kabel putus

k.      Kontak rusak
a.  Ganti busi atau bersihkan

b. Ganti kabel tegangan tinggi

c.  Pasang rotor
d. Perbaiki urutan pengapian

e.  Bersihkan kotorannya

f.  Stel celah platina/ sudut dweel

g.  Ganti koil
h. Ganti kondensori
i.  Pasang konektor kabel yang lepas
j.  Ganti / perbaiki kabel yang putus
k.Ganti kontak

07 Juni, 2011

sistem kemudi WORM AND PIN


Pada tipe ini, pin perpanjangan dari sector shaft yang terpasang di-slot pada worm yang menyebabkan sector shaft berputar. Pin dipasang melalui bearing, saat lever sector shaft berputar akan bergeser (sliding) bersama slot, sehingga aksi sliding melawan worm dicover ke dalam rolling contact untuk mengurangi tahanan gesek.



Cara kerja

Apabila poros kemudi diputar melalui roda kemudi maka worm gear yang seporos dengan poros utama kemudi akan ikut berputar juga. Gerakan ini akan ikut mempengaruhi gerakan Pin yang ikut bergeser karena ulir dari worm gear.

front Wheel Alignment










Steering system atau sistem kemudi berfungsi untuk mengendalikan arah kendaraan sesuai kehendak pengemudi. Umumnya yang dikendalikan adalah kedua roda depan, meskipun dewasa ini telah dikembangkan sistem pengendalian keempat roda.Walaupun demikian kendaraan harus dapat dikendalikan dengan mudah agar roda tidak terseret saat kendaraan sedang berbelok.

Teknologi Electric Power Steering(EPS)

Teknologi Electric Power Steering(EPS) dibuat untuk mengerti kita. Pada EPS, mekanisme hidraulis berganti menjadi gerakan dinamo yang mengandalkan arus listrik.

PENYETEL OTOMATIS ( REM TROMOL )



Rem tromol kadang – kadang dilengkapi dengan penyetel automatis. 
Setiap kali rem tangan ditarik ( 1 ), tuas penyetel akan terangkat ( 2 ). Bila penyetel sepatu kurang rapat, tuas penyetel diangkat ke gigi berikut dari mur penyetel.

Kemudian, pada saat rem tangan dilepas, tuas penyetel bergerak ke bawah dan memutar mur penyetel satu gigi, sehingga penyetelan sepatu rem menjadi lebih rapat.

Bila tromol rem harus dilepas, kadang – kadang sepatu rem harus dikendorkan dahulu ( ingat : sisi yang berkarat pada tromol menghalangi lepasnya tromol ). Hal itu dilakukan melalui lubang dalam piringan rem. Tetapi, karena tuas penyetel masih berada pada gigi murpenyetel, maka mur tersebut tidak dapat dikendorkan. Untuk mengendorkan mur penyetel, tuas penyetel harus didorong keluar dari gigi dengan obeng. Dalam keadaan ini, mur dapat dikendorkan. 

Suspensi wishbone dengan pegas batang torsi



Langkah kerja sama dengan pegas daun dan koil, tetapi untuk pegas batang torsi yang perlu diperhatikan adalah:
  • Sebelum membongkar ball joint atas/bawah, ukur terlebih dulu ketinggian baut (A) penyetel ketegangan pegas batang torsi
  • Setelah mengukur ketinggian baut (A), lepas baut penyetel ketegangan pegas, agar lengan bawah bebas. (Perhatikan posisi cincin baut penyetel).
  • Langkah selanjutnya sama dengan pegas daun dan koil.
  • Bila bushing batang torsi rusak atau aus, maka untuk memperbaiki atau mengeluarkan bushing tersebut adalah:
    1. Bersihkan bekas karet yang menempel pada bushing
    2. Las listrik tiga tempat pada bushing masing-masing dalam satu garis
3. Keluarkan bushing dengan puller/treker
4. Pres bushing karet baru ke dalam pengantar
5. Batang torsi kanan dan kiri jangan sampai tertukar
6. Perhatikan arah putaran momen puntir batang torsi (kanan dan kiri).

prinsip Rem cakram


Rem cakram terdiri dari piringan yang dibuat dari logam, piringan logam ini akan dijepit oleh kanvas rem (brake pad) yang didorong oleh sebuah torak yang ada dalam silinder roda. Untuk menjepit piringan ini diperlukan tenaga yang cukup kuat. Guna untuk memenuhi kebutuhan tenaga ini, pada rem cakram dilengkapi dengan sistem hydraulic, agar dapat menghasilkan tenaga yang cukup kuat. Sistem hydraulic terdiri dari master silinder, silinder roda, reservoir untuk tempat oli rem dan komponen penunjang lainnya. Pada kendaraan roda dua, ketika handel rem ditarik, bubungan yang terdapat pada handel rem akan menekan torak yang terdapat dalam master silinder.



Torak ini kan mendorong oli rem ke arah saluran oli, yang selanjutnya masuk ke dalam ruangan silinder roda. Pada bagian torak sebelah luar dipasang kanvas atau brake pad, brake pad ini akan menjepit piringan metal dengan memanfaatkan gaya/tekanan torak ke arah luar yang diakibatkan oleh tekanan oli rem tadi.

Cara kerja rem jenis cakram atau piringan adalah dengan menekan pedal rem, maka fluida akan menekan silinder roda yang kemudian silinder roda akan menekan pad rem, kemudian pad rem akan menjepit cakram dan terjadilah pengereman.

Komponen dari konstruksi rem roda depan (cakram) adalah :
1. Piringan
Umumnya cakram atau piringan dibuat dari besi tuang dan berlubang-lubang untuk ventilasi. Fungsi dari lubang-lubang tersebut adalah untuk menjamin pendinginan yang baik dan umur yang lebih awet.
2.    Pad rem
Pada rem biasanya terbuat dari campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Pada pad rem diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pada pad rem. Dengan demikian, dapat mempermudah pengecekan keausan pada pad rem. Pada beberapa pad rem dipasangkan metalic plate yang disebut juga dengan anti aquel shim, yang dipasangkan pada sisi piston dari pad rem untuk mencegah bunyi saat dilakukan pengereman.
3. Caliper
Caliper disebut juga cylinder body, memegang pistonpiston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem menuju ke silinder. Menurut jenis pemasangannya caliper dikelompokkan

menjadi 2 tipe, yaitu :
1. Tipe fixed caliper (double piston)
2. Tipe floating caliper (single piston)

04 Juni, 2011

PRINSIP KERJA KARBURATOR

PRINSIP KERJA KARBURATOR

Saat langkah hisap, piston bergerak dari TMA menuju TMB, ruang di dalam silinder membesar, tekanan turun sehingga udara mengalir ke dalam silinder.

Gambar Prinsip Kerja Karburator

Aliran udara melewati venturi sehingga kecepatan naik dan tekanan turun. Turunnya tekanan di venturi menyebabkan bensin diruang pelampung terhisap keluar bertemu dengan udara dan terurai atau pecah menjadi butiran-butitan kecil.
Konsep pengabutan karburator hampir sama dengan pengabutan yang terjadi pada penyemprot obat nyamuk. Didepan lubang pompa terdapat pipa kecil yang dihubungkan dengan tangki cairan obat, saat pompa obat nyamuk ditekan maka udara dari dalam pompa mengalir keluar, karena kecepatan aliran tinggi maka tekanan dilubang pompa turun dan menghisap cairan obat yang ada di dalam tangki, cairan obat keluar bertemu dengan udara dan terurai menjadi butiran kecil.
SISTEM PADA KARBURATOR
Agar dapat berkerja sesuai dengan kondisi kerja mesin, maka karburator dibagi menjadi beberapa sistem. Sistem tersebut antara lain:
1. Sistem pelampung
2. sistem Cuk
3. Sistem kecepatan rendah
4. Sistem kecepatan tinggi
5. Sistem percepatan

KARBURATOR



Proses pembakaran akan terjadi bila terdapat 3 unsur utama yaitu:
1.    Bahan bakar
2.    Oksigen atau udara
3.    Api atau temperatur diatas titik nyala bahan bakar.
Pembakaran akan lebih mudah dilakukan bila bahan bakar dalam bentuk kabut atau butiran kecil dengan komposisi campuran udara dan bahan bakar tepat. Proses pengabutan bahan bakar dan bercampurnya  udara dengan bahan bakar disebut proses karburasi, alat yang digunakan untuk proses karburasi disebut karburator.
     Dengan demikian karburator berfungsi :
1.    Mengkabutkan bahan bakar sehingga mudah dibakar.
2.    Mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat sesuai dengan kondisi kerja mesin.
3.    Mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.
 

Gambar   Komponen Karburator



B.  Bagian-bagian  Karburator dan Fungsinya

Ukuran karburator ditunjukkan dari ukuran lubang atau diameter dalam bagian terkecil, yaitu bagian venturi. Satuan ukuran yang digunakan adalah mm,  semakin besar ukuran semakin besar kapasitas karburator.



Contoh : Karburator BS, berarti diameternya 26 mm.

Gambar Ukuran Karburator

Slow jet/ pilot jet  (spuyer langsam)  merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar pada sistem putaran rendah dan menengah. Semakin besar ukuran semakin besar pula bahan bakar yang mampu dialirkan.

GambarPosisi Slow Jet
Main jet (Spuyer utama)  merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar sistem putaran  menengah dan tinggi. Semakin besar ukuran semakin besar pula bahan bakar yang mampu dialirkan. 






Gambar Main Jet
Jet needle (jarum skep) merupakan bagian merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol besar lubang needle jet. Bentuk jet needle adalah tirus sehingga saat jet needle ditarik diameter lubang needle jet dapat bervariasi sesuai bukaan throttle valve.
Contoh: needle jet =  4C11-3
            4C11      menunjukkan angka ketirusan
                 3        menunjukan posisi standard pemasangan clip.



 
Gambar Jet Needle

Needle jet (spuyer jarum) merupakan bagian karburator yang bersama jet needle berfungsi untuk mengontrol besar lubang yang berhubungan dengan venturi. Bentuk tirus dari jet needle sehingga diameter lubang needle jet dapat bervariasi sesuai bukaan throttle valve.
Contoh: needle jet = 0 - 2 , menunjukkan diameter dalam needle jet.

            
Gambar  Needle Jet

Slow air jet / slow air bleed merupakan lubang yang dilewati udara saat mesin putaran stasioner. Besar lubang slow air jet mempengaruhi campuran saat putaran stasioner maupun putaran rendah.
     Contoh kode lubang : # 127,5




Main air jet merupakan lubang yang dilewati udara saat mesin putaran menengah dan tinggi. Besar lubang ini mempengaruhi besar dan atomisasi bensin yang melalui main jet.

Air screw/ pilot screw merupakan sekerup yang mengatur banyaknya udara dan bahan bakar yang melewati orifice. Saat sekerup diputar penuh lubang tertutup, besar lubang ditentukan dengan banyak putaran dari posisi tertutup.
Contoh : 1,5 (putaran keluar).