Tampilkan postingan dengan label sepeda motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepeda motor. Tampilkan semua postingan

11 Juni, 2011

cara mengecek cdi sepeda motor


.Kerusakan pada CDI tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, harus diukur pake Avometer.
Caranya :
1. Setel avometer pada sinus 200 Volt.
2. Kabel merah avometer dihubungkan ke kabel CDI yang menuju koil.
3. Kabel hitam avometer dihubungkan ke massa/bodi.
4. Nyalakan motor/starter motor dengan kick starter, lalu lihat di avometer apakah ada arus/setrum yang keluar atau tidak ?

08 Juni, 2011

SISTEM PENGAPIAN SEPEDA MOTOR

A.    PENDAHULUAN

Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Permulaan pembakaran diperlukan karena, pada motor bensin pembakaran tidak
bisa terjadi dengan sendirinya. Pembakaran campuran bensin-udara yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan bunga api, sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif) hasil pembakaran, mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha. Agar busi dapat memercikkan bunga api, maka diperlukan suatu system yang bekerja secara akurat. Sistem pengapian terdiri dari berbagai komponen, yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat.

B.     SYARAT-SYARAT SISTEM PENGAPIAN

Ketiga kondisi di bawah ini adalah merupakan syarat penting yang harus dimiliki oleh motor bensin, agar mesin dapat bekerja dengan efisien yaitu:
v  Tekanan kompresi yang tinggi.
v  Saat pengapian yang tepat dan percikan bunga api yang kuat.
v  Perbandingan campuran bensin dan udara yang tepat.

Agar sistem pengapian bisa berfungsi secara optimal, makasistem pengapian harus memiliki kriteria seperti di bawah ini:

04 Juni, 2011

PRINSIP KERJA KARBURATOR

PRINSIP KERJA KARBURATOR

Saat langkah hisap, piston bergerak dari TMA menuju TMB, ruang di dalam silinder membesar, tekanan turun sehingga udara mengalir ke dalam silinder.

Gambar Prinsip Kerja Karburator

Aliran udara melewati venturi sehingga kecepatan naik dan tekanan turun. Turunnya tekanan di venturi menyebabkan bensin diruang pelampung terhisap keluar bertemu dengan udara dan terurai atau pecah menjadi butiran-butitan kecil.
Konsep pengabutan karburator hampir sama dengan pengabutan yang terjadi pada penyemprot obat nyamuk. Didepan lubang pompa terdapat pipa kecil yang dihubungkan dengan tangki cairan obat, saat pompa obat nyamuk ditekan maka udara dari dalam pompa mengalir keluar, karena kecepatan aliran tinggi maka tekanan dilubang pompa turun dan menghisap cairan obat yang ada di dalam tangki, cairan obat keluar bertemu dengan udara dan terurai menjadi butiran kecil.
SISTEM PADA KARBURATOR
Agar dapat berkerja sesuai dengan kondisi kerja mesin, maka karburator dibagi menjadi beberapa sistem. Sistem tersebut antara lain:
1. Sistem pelampung
2. sistem Cuk
3. Sistem kecepatan rendah
4. Sistem kecepatan tinggi
5. Sistem percepatan

KARBURATOR



Proses pembakaran akan terjadi bila terdapat 3 unsur utama yaitu:
1.    Bahan bakar
2.    Oksigen atau udara
3.    Api atau temperatur diatas titik nyala bahan bakar.
Pembakaran akan lebih mudah dilakukan bila bahan bakar dalam bentuk kabut atau butiran kecil dengan komposisi campuran udara dan bahan bakar tepat. Proses pengabutan bahan bakar dan bercampurnya  udara dengan bahan bakar disebut proses karburasi, alat yang digunakan untuk proses karburasi disebut karburator.
     Dengan demikian karburator berfungsi :
1.    Mengkabutkan bahan bakar sehingga mudah dibakar.
2.    Mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat sesuai dengan kondisi kerja mesin.
3.    Mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.
 

Gambar   Komponen Karburator



B.  Bagian-bagian  Karburator dan Fungsinya

Ukuran karburator ditunjukkan dari ukuran lubang atau diameter dalam bagian terkecil, yaitu bagian venturi. Satuan ukuran yang digunakan adalah mm,  semakin besar ukuran semakin besar kapasitas karburator.



Contoh : Karburator BS, berarti diameternya 26 mm.

Gambar Ukuran Karburator

Slow jet/ pilot jet  (spuyer langsam)  merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar pada sistem putaran rendah dan menengah. Semakin besar ukuran semakin besar pula bahan bakar yang mampu dialirkan.

GambarPosisi Slow Jet
Main jet (Spuyer utama)  merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol aliran bahan bakar sistem putaran  menengah dan tinggi. Semakin besar ukuran semakin besar pula bahan bakar yang mampu dialirkan. 






Gambar Main Jet
Jet needle (jarum skep) merupakan bagian merupakan bagian karburator yang berfungsi untuk mengontrol besar lubang needle jet. Bentuk jet needle adalah tirus sehingga saat jet needle ditarik diameter lubang needle jet dapat bervariasi sesuai bukaan throttle valve.
Contoh: needle jet =  4C11-3
            4C11      menunjukkan angka ketirusan
                 3        menunjukan posisi standard pemasangan clip.



 
Gambar Jet Needle

Needle jet (spuyer jarum) merupakan bagian karburator yang bersama jet needle berfungsi untuk mengontrol besar lubang yang berhubungan dengan venturi. Bentuk tirus dari jet needle sehingga diameter lubang needle jet dapat bervariasi sesuai bukaan throttle valve.
Contoh: needle jet = 0 - 2 , menunjukkan diameter dalam needle jet.

            
Gambar  Needle Jet

Slow air jet / slow air bleed merupakan lubang yang dilewati udara saat mesin putaran stasioner. Besar lubang slow air jet mempengaruhi campuran saat putaran stasioner maupun putaran rendah.
     Contoh kode lubang : # 127,5




Main air jet merupakan lubang yang dilewati udara saat mesin putaran menengah dan tinggi. Besar lubang ini mempengaruhi besar dan atomisasi bensin yang melalui main jet.

Air screw/ pilot screw merupakan sekerup yang mengatur banyaknya udara dan bahan bakar yang melewati orifice. Saat sekerup diputar penuh lubang tertutup, besar lubang ditentukan dengan banyak putaran dari posisi tertutup.
Contoh : 1,5 (putaran keluar).

Sistem bahan bakar sepeda motor

Sistem bahan bakar merupakan sistem yang berfungsi untuk menampung bahan bakar yang diperlukan selama perjalanan, mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat, mengkabutkan bahan bakar, mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.
Komponen sistem bahan bakar pada sepeda motor adalah:
1. Saringan udara berfungsi untuk menyaring debu atau kotoran yang ada di udara agar tidak masuk ke dalam silinder.
2. Tangki bahan bakar berfungsi: menampung bahan bakar yang diperlukan selama perjalanan
3. Kran bahan bakar berfungsi: menutup dan membuka aliran bahan bakar dari tangki ke karburator
4. Saringan bahan bakar berfungsi: menyaring kotoran pada bahan bakar yang akan masuk ke karburator agar kotoran tidak menyumbat saluran atau spuyer karburator.

Sistem bahan bakar merupakan sistem yang berfungsi untuk menampung bahan bakar yang diperlukan selama perjalanan, mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat, mengkabutkan bahan bakar, mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.
Komponen sistem bahan bakar pada sepeda motor adalah:
1. Saringan udara berfungsi untuk menyaring debu atau kotoran yang ada di udara agar tidak masuk ke dalam silinder.
2. Tangki bahan bakar berfungsi: menampung bahan bakar yang diperlukan selama perjalanan
3. Kran bahan bakar berfungsi: menutup dan membuka aliran bahan bakar dari tangki ke karburator
4. Saringan bahan bakar berfungsi: menyaring kotoran pada bahan bakar yang akan masuk ke karburator agar kotoran tidak menyumbat saluran atau spuyer karburator.



Gambar 46. Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor

5. Karburator berfungsi :
a. mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat,
b. mengkabutkan bahan bakar sehingga mudah dibakar
c. mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.


Gambar Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor

5. Karburator berfungsi :
a. mencampur udara dan bahan bakar pada komposisi yang paling tepat,
b. mengkabutkan bahan bakar sehingga mudah dibakar
c. mengontrol jumlah campuran yang masuk kedalam silinder guna mengontrol tenaga dan kecepatan sepeda motor.

KOMPONEN UTAMA PADA MESIN SEPEDA MOTOR




KOMPONEN UTAMA PADA MESIN SEPEDA MOTOR
Komponen utama pada mesin sepeda motor yaitu:
1. Kepala silinder (cylinder head)
2. Blok silinder mesin (cylinder block)
3. Bak engkol mesin (crankcase)
Jadi, tiga bagian utama tersebut merupakan tulang punggung
bagi kendaraan bermotor roda dua.


Pada tahap pertama mempelajari mesin secara teori maupun
praktek, terlebih dahulu diperlukan pengetahuan tentang nama-nama,
lokasi dan fungsi dari komponen-komponennya.
1. Kepala Silinder (Cylinder Head)
.
Gambar Kepala silinder dan
Kelengkapannya

Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik
tumpunya disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak
terjadi kebocoran kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala
silinder dan permukaan bagian atas blok silinder tidak rusak. Kepala
silinder biasanya dibuat dari bahan Aluminium campuran, supaya tahan
karat juga tahan pada suhu tinggi serta ringan. Biasanya bagian luar
kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk membantu melepaskan panas
pada mesin berpendingin udara.

2. Blok Silinder Mesin
Silinder liner dan blok silinder merupakan dua bagian yang
melekat satu sama lain. Daya sebuah motor biasanya dinyatakan oleh
besarnya isi silinder suatu motor. Silinder liner terpasang erat pada blok,
dan bahannya tidak sama. Silinder liner dibuat dari bahan yang tahan
terhadap gesekan dan panas, sedangkan blok dibuat dari besi tuang

yang tahan panas. Pada mulanya, ada yang merancang menjadi satu,
sekarang sudah jarang ada. Sekarang dibuat terpisah berarti silinder liner
dapat diganti bila keausannya sudah berlebihan. Bahannya dibuat dari
besi tuang kelabu. Untuk motor-motor yang ringan seperti pada sepeda
motor bahan ini dicampur dengan alumunium. Bahan blok dipilih agar
memenuhi syarat-syarat pemakaian yaitu: Tahan terhadap suhu yang
tinggi, dapat menghantarkan panas dengan baik, dan tahan terhadap
gesekan.



Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston
berada tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan
khusus agar tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah mendapat
pelumasan yang mencukupi tetapi keausan lubang silinder tetap tak
dapat dihindari. Karenanya dalam jangka waktu yang lama keausan
tersebut pasti terjadi. Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara
tidak merata sehingga dapat berupa keovalan atau ketirusan.
Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk
menentukan langkah perbaikannya.

Cara mengukur keausan silinder:
1.    Lepaskan blok silinder
2.    Lepaskan piston
3.    Ukur diameter lubang silinder dengan ”dial indikator” bagian yang diukur bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran dilakukan dua kali pada posisi menyilang.
4.    Hitung besarnya keovalan dan ketirusan. Bandingkan dengan ketentuan pada buku manual servisnya. Jika besarnya keovalan dan ketirusan melebihi batas-batas yang diijinkan lubang silinder harus diover size. Tahapan over size adalah 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1,00 mm. Over size pertama seharusnya 0,25 mm dengan keausan di bawah 0,25 mm dan seterusnya. Jika silinder sudah tidak mungkin di over size maka penyelesaiannya adalah dengan diganti pelapis silindernya.